Produksi beras nasional pada awal 2026 Lagi ditopang oleh sejumlah provinsi Primer yang selama ini berperan sebagai lumbung pangan Indonesia. Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras pada Januari 2026 diproyeksi mencapai 1,75 juta ton, naik 0,49 juta ton dibanding periode yang sama tahun Lampau.
Sementara itu, potensi produksi beras pada Februari hingga April 2026 mencapai 12,23 juta ton, sehingga produksi pada empat bulan pertama ini diperkirakan menyentuh 13,98 juta ton. Nilai ini turun 0,18% dibanding produksi beras pada Januari-April 2025 yang mencapai 14,01 juta ton.
“Produksi beras sepanjang Januari-April 2026 mencapai 13,98 juta ton atau mengalami penurunan 0,02 juta ton atau menurun 0,18% Kalau dibandingkan periode sebelumnya pada tahun 2025,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Senin (2/3/2026).
Sebagian besar produksi beras nasional Lagi berasal dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Elemen seperti luas lahan sawah, infrastruktur irigasi yang relatif Berkualitas, serta tradisi pertanian yang kuat Membangun Distrik ini tetap menjadi pusat produksi padi nasional.
Baca Juga: Produksi Beras RI Tembus 3 Juta Ton per Agustus 2025
Provinsi dengan potensi produksi beras terbesar pada periode Januari–April 2026 adalah Jawa Timur dengan total produksi Sekeliling 2,91 juta ton. Distrik ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia, didukung oleh luas lahan pertanian yang besar serta sistem irigasi yang relatif berkembang.
Posisi kedua ditempati oleh Jawa Tengah dengan produksi Sekeliling 2,4 juta ton. Provinsi ini juga menjadi salah satu lumbung padi Primer nasional berkat tingginya produktivitas lahan sawah di berbagai kabupaten.
Sementara itu, Jawa Barat berada di peringkat ketiga dengan produksi Sekeliling 2,02 juta ton, naik 4,94% dibanding tahun Lampau.
Di luar Pulau Jawa, Sulawesi Selatan menjadi penghasil beras terbesar dengan produksi Sekeliling 1,08 juta ton. Provinsi ini memang dikenal sebagai lumbung pangan Primer di kawasan Indonesia timur.
Selain itu, Sumatra Selatan juga mencatat produksi tinggi dengan Sekeliling 942 ribu ton beras pada periode Januari–April 2026. Distrik ini Mempunyai lahan pertanian yang luas, termasuk kawasan rawa yang telah dikembangkan Buat budidaya padi.
Provinsi lain yang masuk dalam Grup penghasil beras terbesar adalah Lampung dengan produksi Sekeliling 850 ribu ton. Produksi beras Lampung bahkan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selanjutnya, Sumatra Utara menghasilkan Sekeliling 542 ribu ton beras, diikuti oleh Nusa Tenggara Barat dengan produksi Sekeliling 533 ribu ton.
Di Pulau Jawa, Banten juga Lagi menjadi salah satu produsen beras Krusial dengan produksi Sekeliling 464 ribu ton. Sementara itu, Aceh melengkapi daftar sepuluh besar dengan produksi Sekeliling 306 ribu ton.
Ateng menegaskan bahwa Bilangan-Bilangan di atas Lagi berupa potensi, sehingga Lagi Dapat berubah tergantung dinamika di lapangan.
“Berubah ini tergantung pada kondisi pertanaman sepanjang nanti pada bulan Februari-April 2026. Seperti ketika nanti Eksis serangan hama ataupun organisme pengganggu tanaman atau OPT, ini akan terjadi perubahan tentunya. Ketika nanti Eksis banjir, kekeringan, serta juga waktu Penyelenggaraan panennya oleh petani yang berubah,” lanjutnya.
Menurut pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, turunnya produksi beras nasional pada awal tahun ini diakibatkan pola panen yang kembali normal.
“Tahun Lampau terjadi anomali karena puncak panen berlangsung dua bulan, yakni Maret dan April. Tahun ini, puncak panen cenderung hanya satu bulan seperti pola historis sebelumnya,” tuturnya, Selasa (3/3/2026).
Meski begitu, sepanjang tahun ia memproyeksi jumlah produksi akan tetap Berkualitas, meski berpotensi lebih rendah dibanding realisasi 2025.
Sementara itu, menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, stok beras nasional Demi ini Eksis di Bilangan 3,5 juta ton, dan bakal bertambah seiring masuknya panen raya dan kenaikan produksi Sekeliling 15% pada bulan Maret. Ketika itu, cadangan beras diproyeksi tembus 6 juta ton, dan pada akhir tahun surplus beras akan menyentuh 9 juta ton.
“Kalau tren ini bertahan Tiba akhir bulan, Nyaris Niscaya stok kita tembus 6 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka, Kalau konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan Dapat mencapai Sekeliling 9 juta ton. Kami pastikan stok beras nasional dalam kondisi surplus. Beras kita sangat kuat menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat,” tutur Amran dalam keterangan Formal, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: 5 Provinsi dengan Produksi Padi Tertinggi 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2552/luas-panen-dan-produksi-padi.html
Pilihan produk air mineral setiap orang tentu Dapat berbeda-beda tergantung preferensi. Sebagian orang mencari air…
Transportasi darat Lagi menjadi pilihan Primer bagi banyak masyarakat Indonesia, terutama Kepada perjalanan antarkota maupun…
Ciptakan Momen Hangat Keluarga di Villa Terbaik Bandung 👨👩👧👦 Liburan bareng keluarga besar paling nyaman…
Green Andara Residences – Hunian Premium Nyaman di Pangkalan Jati Baru, Cinere, Depok Green Andara…
Villa Sawangan Depok – Penginapan Nyaman dengan Mini Pool di Bojongsari Villa Sawangan Depok merupakan…
Admiral Villa & Kondominium Carita – Penginapan Nyaman Dekat Pantai di Lippo Pantai Carita Selatan…
This website uses cookies.