Categories: Business

10 Negara dengan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2026, Terdapat Indonesia?

Produk domestik bruto (PDB) atau yang secara Mendunia dikenal dengan gross domestic product (GDP) merupakan indikator Penting yang digunakan Kepada mengukur kinerja dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Bilangan PDB menunjukkan total nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam periode tertentu. Dengan ini, Berkualitas pemerintah, pelaku usaha, maupun investor dapat Menonton arah pertumbuhan ekonomi, tingkat aktivitas produksi, serta daya tahan ekonomi terhadap berbagai tantangan dan tekanan.

International Monetary Fund (IMF) dalam laporannya yang bertajuk Mendunia Economy: Steady amid Divergent Forces telah memproyeksikan kenaikan PDB pada beberapa negara di dunia. Dari 30 negara, Indonesia berada di posisi ketiga sebagai negara dengan proyeksi pertumbuhan PDB tertinggi pada tahun 2026.

10 negara dengan prediksi kenaikan PDB tertinggi pada tahun 2026, Indonesia di bangku ketiga | Mensdaily

Laju pertumbuhan PDB di Indonesia pada tahun 2026 diprediksi akan sebesar 5,1%. Bilangan ini pun konstan pada periode selanjutnya. IMF memprediksi kenaikan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 Lagi mengalami pertumbuhan yang sama dengan tahun 2026.

Di atas Indonesia, negara Asia Tenggara lainnya, Filipina bertengger di bangku kedua dengan persentase kenaikan PDB sebesar 5,6%. Persentase ini diperkirakan akan Maju naik pada tahun 2027 menjadi 5,8%.

Adapun posisi teratas ditempati oleh India dengan Bilangan 6,4%. Meski begitu, persentasenya mengalami penurunan Apabila dibandingkan dengan Bilangan Perkiraan dari IMF pada tahun 2025, Yakni mencapai 7,3%.

Setelah Indonesia, Mesir berada di peringkat keempat dengan prediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2026 sebesar 4,7%. Uniknya, kenaikan PDB di negara asal Benua Afrika ini diproyeksikan Maju naik pada tahun 2027, dengan persentase hingga 5,4%.

China dan Arab Saudi menjadi pelengkap posisi lima besar dalam daftar negara dengan proyeksi kenaikan PDB tertinggi sedunia ini, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 4,5%. Tetapi, PDB China diperkirakan kian menurun hingga 4% pada tahun 2027. Begitu pula dengan Arab Saudi yang diprediksi menyusut pada tahun 2027 menjadi 3,6%.

Peringkat ketujuh diduduki oleh Kazakstan. Diproyeksi, pertumbuhan PDB di negara ini akan menyentuh 4,4% pada tahun 2026, Tetapi turun menjadi 4,2% pada tahun 2027.

Hal serupa juga terjadi pada Nigeria yang mengikuti di posisi selanjutnya, dengan prediksi kenaikan PDB pada tahun 2026 sebanyak 4,4%. Besaran ini pun diperkirakan turun menjadi 4,2% pada tahun berikutnya.

Negara asal Asia Tenggara lainnya, Malaysia turut muncul dalam daftar 10 negara dengan proyeksi laju pertumbuhan PDB tertinggi pada tahun 2026 ini, dengan persentase 4,3%. Sama pula dengan Indonesia, pertumbuhan ekonomi di Malaysia diperkirakan Kukuh hingga tahun 2027.

Pemeringkatan ditutup oleh Turki dengan Bilangan kenaikan PDB pada tahun 2026 diprediksi sebesar 4,2%. Persentase tersebut akan turun sedikit pada tahun 2027 menjadi 4,1%.

Adapun pertumbuhan ekonomi Mendunia diperkirakan akan tetap Kukuh pada tahun 2026 sebesar 3,3%, diikuti oleh prediksi tahun 2027 dengan persentase 3,2%. Bilangan tersebut Tak jauh berbeda dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Mendunia pada 2025 yang diestimasi mencapai 3,3%.

Baca Juga: 81% Publik RI Serius Ekonomi Dunia Menguat pada 2026

Laju Pertumbuhan PDB di Indonesia

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tren pertumbuhan PDB di Indonesia dalam sedekade terakhir cenderung konsisten, dengan persentase berada dalam rentang 3,7 – 5,3% walaupun pada tahun 2020 sempat mengalami penurunan signifikan menjadi 2,07%.

Laju pertumbuhan PDB di Indonesia sedekade terakhir | Mensdaily

Mulanya pada tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di Bilangan 4,88%. Memasuki tahun 2016 hingga 2018, laju pertumbuhan menunjukkan tren menguat secara bertahap, dari 5,03% pada tahun 2016, kemudian 5,07% pada tahun 2017, dan menjadi 5,17% pada tahun 2018.

Sementara itu, pertumbuhan PDB Indonesia sedikit melandai pada tahun 2019, Yakni dengan persentase 5,02%. Meski terjadi perlambatan tipis, kinerja ekonomi nasional tergolong Kukuh sebelum memasuki periode penyusutan secara drastis pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Tetapi, pemulihan berlangsung cukup Segera. Pada 2021, pertumbuhan PDB Indonesia kembali ke Area positif sebesar 3,7%, Lewat melonjak mencapai puncaknya pada 2022 dengan Bilangan 5,31%.

Memasuki 2023 hingga 2025, laju pertumbuhan kembali Kukuh dengan Bilangan di atas 5%. Pada tahun 2023, laju ekonomi Indonesia sebesar 5,05%. Setelah sempat kembali mengalami sedikit penurunan menjadi 5,03% pada tahun 2024, Bilangan ini kian tumbuh pada tahun 2025 dengan menyentuh 5,11%.

Meski Tak setinggi fase pascapandemi pada tahun 2022, tren ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia telah kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan relatif terkendali.

Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) Purbaya Yudhi Sadewa juga sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 sedikit di bawah Sasaran 5,2% yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Purbaya memprediksi Bilangan pertumbuhan 2025 berkisar 5,1%.

“Mendekati 5,2%, 5,1%-lah. Terdapat kemungkinan (di bawah Sasaran APBN),” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Apabila ditinjau dari wilayahnya, Pulau Jawa Lagi menunjukkan peranan yang kuat dalam perekonomian Indonesia pada tahun 2025, dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 56,93%. Posisi berikutnya ditempati oleh Pulau Sumatra (22,22%), Kalimantan (8,12%), Sulawesi (7,22%), Bali dan Nusa Tenggara (2,82%), serta Maluku dan Papua (2,6%).

Ekonomi Indonesia secara spasial selama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan di seluruh Distrik. Golongan provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,23%, diikuti oleh Pulau Jawa (5,3%), Bali dan Nusa Tenggara (4,87%), Sumatra (4,81%), dan Kalimantan (4,79%). Sementara itu, Golongan provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan terendah, yakni sebesar 1,44%.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Berpotensi Turunkan PDB Indonesia

Sumber:

https://www.imf.org/en/publications/weo/issues/2026/01/19/world-economic-outlook-update-january-2026

Admin

Recent Posts

Emas Jadi Aset Terpercaya di Indonesia

Kendali emas hingga 80% menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia Lagi sangat mengutamakan aset yang dianggap Konsisten…

2 jam ago

Jumlah Koperasi Aktif Minahasa Selatan 2022–2025 Kukuh di Atas 530 Unit – Mensdaily.id

Data Formal mencatat jumlah koperasi aktif Minahasa Selatan 2022–2025 berada dalam kondisi Kukuh. Total koperasi…

3 jam ago

Tembus US$3 Miliar, Ini Provinsi dengan Nilai Ekspor Terbesar Januari 2026

Setiap provinsi di Indonesia Mempunyai kontribusi terhadap perdagangan nasional dengan nilai yang Berbagai Corak. Sebagian…

3 jam ago

Sanjungan Demi Veda Ega Pratama Usai Rebut Podium di Moto3 Brasil 2026

Jakarta, Mensdaily.id – Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memuji setinggi langit Veda Ega Pratama usai merebut podium di Moto3 Brasil…

1 hari ago

Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Pastikan Mudik Kondusif dan Pangan Kukuh Jelang Idulfitri – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran Ketika memimpin Sidang…

1 hari ago

Krisis Mendunia Mempercepat Lompatan Indonesia Menuju Swasembada Pangan dan Daya – Kantor Staf Presiden

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa situasi krisis Mendunia Malah mendorong percepatan agenda transformasi nasional, terutama…

1 hari ago

This website uses cookies.